banner 728x250
CMN  

Rangkaian Upacara Padiksaan Bhawati Warga Dadia Pasek Gelgel Kaliakah

Keterangan Foto : Rangkaian Upacara Padiksaan Bhawati Warga Dadia Pasek Gelgel Kaliakah
banner 120x600

Jembrana – Di Desa Adat Dharma Laksana Kaliakah Kauh, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, telah digelar rangkaian Upacara Padiksaan Bhawati terhadap Jro Mangku Gede I Ketut Siarta dan Jro Mangku Istri Ni Nyoman Sri Wijayanti, yang merupakan bagian dari Pasemetonan Dadia Pasek Gelgel Kaliakah.

Ketua Panitia, I Nengah Mayun, memaparkan bahwa rangkaian upacara, telah dimulai sejak tanggal 10 Juni 2025. Hingga kemudian, tanggal 6 Agustus 2025, dilakukan Upacara Pecaruan, dan disusul dengan Pawintenan Pemangku yang baru, serta Upacara Ngewaliang Sembah sebagai tahapan penting, dalam prosesi penyucian diri serta pematangan spiritual calon Bhawati.

banner 728x250

Selanjutnya, puncak upacara akan dilangsungkan pada 8 Agustus 2025, yang bertepatan dengan rahinan Purnama Karo, ditandai dengan Upacara Padiksaan Bhawati, yang dikemas dengan sejumlah seremonial seperti Pisadok-Pisadok, Sambrama Wacana, Dharma Wacana, dan seterusnya.

Upacara ini, turut dihadiri oleh para Sulinggih, para Pemangku, Bupati Jembrana, Ketua Sabha Pandita MGPSSR Pusat, Ketua MGPSSR Kabupaten Jembrana, Bendesa Adat Dharma Laksana Kaliakah Kauh, para Pasemetonan, Pretisentana, serta sejumlah undangan lainnya.

Adapun rangkaian puncak upacara ditutup dengan Upacara Polah Palih Nyeda Raga, sebagai simbol lepasnya diri dari keterikatan duniawi, menuju pengabdian spiritual yang utuh.

Jro Mangku Gede I Ketut Siarta maupun Jro Mangku Istri Ni Nyoman Sri Wijayanti, selanjutnya akan melalui proses aguron-guron kepada Sulinggih Nabe, diantaranya Nabe Napak, Ida Pandita Mpu Nabe Dharma Reka Jaya Putra, Nabe Waktra, Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Reka Kusuma, Nabe Saksi, Ida Pandita Mpu Nabe Rastra Guna Wibawa. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, penyucian, serta pematangan secara niskala, dan sekala.

Dengan telah dilaksanakannya Upacara Padiksaan Bhawati ini, keduanya kini resmi menyandang status sebagai Ida Bhawati, dan siap menjalankan swadharmanya, serta menjaga kesucian adat, dan agama di wilayahnya.

Sementara itu, I Gede Darmika selaku Ketua Dadia, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan harapannya, agar kehadiran Ida Bhawati yang baru ini, dapat memperkuat spirit kebudayaan, dharma, dan keagamaan di tengah masyarakat. Ia juga berharap agar Ida Bhawati mampu menjadi suluh penerang bagi umat, serta terus menjaga nilai-nilai warisan leluhur dengan tulus, jujur, dan penuh pengabdian.

“Semoga Ida Bhawati selalu diberikan tuntunan niskala dan sekala dalam menjalankan dharmanya, serta senantiasa menjadi sumber kedamaian, kesejukan batin, dan pengayoman bagi seluruh warga masyarakat, khususnya di Desa Adat Dharma Laksana Kaliakah Kauh,” ujar Darmika.

Upacara ini, tidak hanya menjadi momen sakral, tetapi juga simbol regenerasi pemangku spiritual yang sangat penting, dalam menjaga keberlanjutan adat, agama, dan tradisi budaya Bali. (!)

Loading

banner 728x250
banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250